Graphene: Keajaiban Struktur Tekukan Graphene Temuan Tim MIT

8 Views

Source: graphene.nus.efu.sg

Perkembangan teknologi yang ada saat ini sangat didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari seluruh dunia berkaitan dengan nanoteknologi dan salah satunya adalah graphene. Material yang satu ini terdiri atas susunan atom karbon membentuk satu buah lapisan kisi heksagonal 2D.

Susunan dengan bentuk kisi heksagonal ini bisa menjadi dasar untuk bentuk lain berupa grafit, arang, tabung ukuran nano karbon, dan fullerenes. Setiap bentuk tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghantarkan listrik.

Graphene ini sangat digemari banyak peneliti saat ini, karena memiliki properti menghantarkan listrik yang lebih baik 100 kali lipat daripada logam yang sudah biasa dipakai saat ini. Kekuatan menghantarkan listrik yang baik tersebut juga didukung dengan ukuran yang sangat tipis nyaris transparan. Tidak hanya dapat menghantarkan listrik, graphene bisa diubah menjadi isolator juga. Teknik ini berhasil dikembangkan oleh peneliti asal MIT, baik dalam susunan dua lapis maupun empat lapis graphene dengan metode tekukan khusus. Hal ini membuka banyak peluang dalam memanfaatkan graphene kelak sebagai isolator pada elektronik. MIT pernah berkolaborasi dengan Weizmann Institute of Science untuk memetakan tekukan pada struktur graphene untuk pertama kalinya dengan sudut offset tekukan 1.1. Para peneliti MIT berhasil mendapati fakta bahwa graphene yang tertekuk dengan empat lapisan lebih sensitif terhadap medan magnet dan listrik yang spesifik daripada penelitian sebelumnya yang menggunakan dua lapisan graphene. Penemuan pertama akan keajaiban dari tekukan graphene ini pertama kali ditemukan oleh Jarillo-Herrero dan timnya. Penelitian ini memerlukan alat scanning khusus yang dinamakan scanning nano-SQUID. Kata SQUID sendiri memiliki kepanjangan Superconducting Quantum Interference Device dan  berupa alat berbentuk mirip cincin yang terbelah dua. Scanning nano-SQUID mampu mengukur medan magnet dari sample pada ukuran mikroskopis. Alat tersebut dikembangkan menjadi berkemampuan mendeteksi medan magnet skala nano berkat para peneliti dari Weismann Institute. Yuan Cao yang tergabung dalam tim Pablo Jarillo-Herrero mengatakan bahwa suatu hari nanti akan melakukan penelitian terhadap tekukan satu lapis graphene. In this illustration, two sheets of graphene are stacked together at a slightly offset “magic” angle, which can become either an insulator or superconductor. “We placed one sheet of graphene on top of another, similar to placing plastic wrap on top of plastic wrap,” MIT professor Pablo Jarillo-Herrero says. “You would expect there would be wrinkles, and regions where the two sheets would be a bit twisted, some less twisted, just as we see in graphene.”

Source: news.mit.edu dibuat oleh Jose-Luis Olivares, MIT

Penelitian ini diharapkan untuk bisa dipakai sebagai superkonduktir dengan suhu tinggi dan peralatan komputasi quantum. Hasil penelitian ini juga sudah dipublikasikan dalam journal Nature.

Add Comment