Kontroversi Karya SM, Apakah Benar Banyak yang Plagiat Karyanya?

42 Views

Sebagai agensi besar di Korea, SM Entertainment harus selalu memberikan karya yang spektakuler demi mendongkrak pendapatan agensi. Akhir-akhir ini, SM diterpa banyak sekali berita kontroversi mengenai karya dari berbagai grup asuhannya. Katakanlah NCT sampai rookies Aespa. Penggemar dari setiap grup idol sangat mudah menemukan adanya kejanggalan dan berita plagiarisme yang dilakukan SM. Apakah benar terhadap isu kontroversi karya SM?

SM Mencantumkan Nama Komposer Diam-Diam

Salah satu karya yang kontroversial menyerang NCT adalah Countdown 3,2,1. SM merilis single Countdown 3,2,1 untuk NCT dan diunggah melalui NCT Dream. Dalam lagunya komposer TXT tidak dilibatkan, tetapi tiba-tiba dimasukkan ke dalam bagian kredit secara diam-diam. Keanehan ini langsung tercium oleh para penggemar. Banyak penggemar yang langsung memberikan ujaran kebencian terhadap SM. Mereka tidak menyalahkan para

Isu kontroversi kredit Countdown 3,2,1. Foto: Instagram

 

grup idol, karena mereka biasanya hanya mengikuti apa yang diarahkan oleh agensi.

“Beberapa hari yang lalu, agensi itu memberikan pernyataan mereka serius untuk berkarya di bidang musik. Kemana sekarang semua celotehan itu?”

“Melakukan posting melalui kredit menandakan bahwa agensi sebetulnya menyadari adanya plagiarisme. Mereka sudah pasti akan melakukannya apabila diadukan ke hukum dan kalah. Jika mereka tidak melakukannya, mengapa harus mencantumkan pada bagian kredit?”

SM Sempat Diisukan Plagiat untuk Lagu Next Level Aespa

Beberapa waktu lalu, Aespa comeback bersama single Next Level. Banyak penggemar menyadari bahwa lagu tersebut mirip dengan yang ada di film Fast & Furious: Hobbs & Shaw. Menanggapi hal tersebut, agensi langsung memberikan pernyataan bahwa lagunya merupakan hasil remake dari lagu tadi. Proses remake dilakukan dengan memberikan warna yang berbeda dan menambahkan bagian rap dari Karina dan Giselle. Alhasil lagunya cepat mendapatkan ketenaran, terlebih lagi MV dibuat dengan video yang lebih menarik dari lagu original.

Next Level. Foto: Instagram

“Pantasan saja lagu mereka terdengar begitu familiar. Bila SM tidak memberikan pernyataan, banyak penggemar Aespa yang akan merasa kecewa.”

Kontroversi Karya SM untuk Comeback Savage Aespa

Kontroversi Karya SM Winter Savage. Foto: Instagram

Karya James Merry. Foto: Instagram

Aespa dalam memberikan sejumlah konsep foto comeback Savage memberikan banyak isu tidak sedap plagiat. Dilansir dari AllKpop, topeng yang dikenakan oleh setiap member meniru ide karya desiner asal Inggris yang bernama James Merry. Bentuk topeng yang paling mirip dianggap plagiat adalah milik Winter, karena secara umum bentuk topeng member lainnya sangat berbeda dari karya desainer James Merry. James Merry terkenal dengan berbagai karya topengnya.

Add Comment